Rabu, 10 September 2014

Akulah


Akulah keindahan itu
Yang melukis warna ditawamu
Membingkai indah senyummu

Akulah nafas itu
Yang membeku di dadamu
Menelan segala risaumu

Dan akulah jiwamu
Jiwa yang tak pernah mati
Jiwa yang membalut perih
Jiwa yang abadi mendekap
Dirimu,,,,

Aku Harus Pergi



Kini waktunya ku harus pergi,,,
Kini waktunya ku harus berlalu,,
Tugas ku telah usai,,
Kesepianmu sudah terobati,,

Terasa berat menyiksa utk semua ini..
Rasa pilu menjerat,,
Tapi ku tak tahu harus bagaimana,,

Ku tak berarti apalagi utk mu,,
Sekarang dia telah mengisi kesepianmu,,
Inilah saatnya,,
Aku harus pergi,,,
Kau telah bahagia,,,,

BY: VILYE VAYTA

Adalah



Engkau adalah pilihan
Pilihan adalah engkau

Engkau adalah titipan
Titipan adalah engkau

Engkau adalah pangeran
Pangeran adalah engkau

Dulu adalah engkau
Tetapi,,,
Engkau bukanlah sekarang

By: VILYE VAYTA

Adakah Kau Rasa


Waktu kini tertawa membahana
di telingaku,,
Mencibir sisa perjalanan sepi
yg kau sisakan utkku

Angin mencoba mempermainkan tangisku
Debu tersenyum mengembang
di setiap sudut peluh,,

Hampa,,,,
Semuanya terasa menyiksa batin
Tapi apa daya,,,
Semua ini kenginanmu utk ku lalui…

Tak ada secercah terang
kau sisakan disini
hanya segumpal harap tak berarti
yg menempa jiwa mati ini,,,

Adakah kau rasa
Semua ini akan terasa sulit?

By: VILYE

Hanya Maaf


Waktu terus mengalir begitu saja,
membuai bayang tentang dirimu.
Aku tenggelam dalam sejuta rasa yg tak menentu.
Akankah kau kembali?

Penantian kian merasuk,
mengaliri seluruh keyakinanku,
bahwa semua yg ku lakukan akan sia-sia.
Kau tak akan pernah kembali.

Kesetiaan kini berubah sesal
 Menghantui setiap mimpi tentangmu.
Ternyata benar kamu tak kembali.
Saat semua menjadi nyata, apa yg ku punya??
Sebuah rasa benci yg dulu ku tepis,
kini berubah menjadi malaikat kecil penawan luka.
Aku tak kuasa.

Maafkan bila ku tak bisa menerima semua ini dgn percuma,
bukan kemauanku, tapi semua terjadi begitu saja.
Saat kau memilih utk mendengarkan mereka.
Dan tak peduli apa yg kurasakan..

Maaf, maaf, maaf....
Hanya kata itu yg bisa ku ucapkan.
Tak ada lagi selain itu.
Dan maaf.

Kau Dan Aku

Langit menjadi saksi bisu yang mengendap di balik tawa kita..
Udara menjadi saksi setia disetiap deru nafas kita..

Semua telah tejalanani,,
Antara kau dan aku..
Berjalan bergandeng tangan,
Sejauh waktu membawa kita berlalu...
Menjalani janji yang telah berpaut di nadi kita.